Senin, 28 Desember 2009

PERCAKAPAN SETELAH BERCINTA

Dalam sepuluh tahun ini, kucoba dan kulayani berbagai jenis laki laki, besar-kecil, panjang-pendek, tua-muda, arab-cina, melayu-bule, tuntas-prematur, kaya-miskin, pokoknya laki-laki dari Aceh sampai Zanzibar lah. Mereka merasa bahwa dengan meniduriku, mereka telah mengalahkanku dan menguasaiku….

Aku bukan perempuan pekerja seks komersial. Bukan pula perempuan kesepian yang haus seks. Aku tak pernah dibayar untuk disetubuhi, apalagi membayar untuk ditiduri. Aku punya pekerjaan tetap dengan jabatan lumayan tinggi di sebuah perusahaan swasta dan gajiku lebih dari cukup. Teman-teman sekantorku bilang aku cantik. Kalau bercermin, aku selalu tersenyum dan membenarkan perkataan mereka. Tubuhku padat berisi. Melihat tinggi badanku yang 170cm, mata semua laki-laki itu selalu terbelalak saat kulepaskan pakaianku di depan mereka. Umurku kini 30 tahun. Sejak pertama kali bercinta saat umurku 20 tahun, aku selalu mencari dan mencari laki-laki yang kuinginkan.

Mungkin kau heran, dengan wajah dan tubuhku yang seperti ini, dalam kurun waktu 10 tahun, aku cuma bisa mendapatkan 38 laki-laki? Jangan salah. Aku bukan tipe perempuan gampangan. Aku juga tidak suka one night stand. Untuk bisa bercinta denganku, seorang laki2 harus bergaul cukup lama denganku. Kalau dia lolos melewati tes perilaku dalam kehidupan sehari-hari, baru kubuka peluang baginya untuk mengajakku ke tempat tidur. Di tempat tidur, aku selalu bercinta habis-habisan. Semua kulakukan supaya partnerku puas. Apapun yang mereka mau, aku selalu turuti. Mengapa semua ini kulakukan? Karena aku ingin mengetahui apa yang mereka lakukan setelah bercinta.

Kesalahan besar yang dilakukan laki-laki adalah menganggap bahwa perempuan ingin dipuaskan. Mereka mengira, kalau bisa bikin aku orgasme, artinya mereka hebat dan telah memberi sesuatu yang tak ternilai buatku. Mereka coba berbagai cara, minum obat kuat, foreplay yang lama, bantuan alat, sextoys… Well, orgasme memang kadang perlu. Tapi bukan itu yang kucari.

Aku ingin bercakap dan bertukar cerita setelah bercinta. Sambil dipeluk dan dibelai-belai, aku ingin mendengarkan cerita dari mulut laki-laki yang baru saja meniduriku. Tentang apa saja. Masa kecilnya, suasana kantornya, anekdot lucu atau bahkan cerita porno sekalipun. Anything. Aku ingin setelah aku memuaskan mereka, giliran aku yang menikmati perasaan nyaman dan aman, mendengarkan untaian kata-kata dari mulut mereka, sambil sesekali jemariku memainkan bulu dada mereka, jika kebetulan ada. Aku ingin keringatku mengering sambil aku dipeluk oleh orang yang bikin aku berkeringat itu. Aku senang sekali kalau laki-laki itu meletakkan tangan mereka di dadaku. Hanya meletakkan tangan, tanpa memain-mainkan jemari mereka.

Aku menganggap bahwa percakapan setelah bercinta itulah yang jadi ukuran penghargaan seorang pria kepada pasangan bercintanya. Setelah bersama-sama meraih kenikmatan, bersama-sama pula cooling down sampai akhirnya berdua sama-sama siap untuk bercinta lagi, … dan lagi.

Tapi apa yang ketigapuluh tujuh laki-laki itu lakukan? Ada yang langsung tertidur pulas. Enak bener. Setelah kuservis habis-habisan, ngorok pula. Tiada maaf bagi mereka. Ada lagi yang langsung teriak-teriak’”Tissue…! Mana tissue?” Huh… ketahuan bener mereka takut aku hamil. Bangsat! Aku kan sudah mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk menjaga diriku agar tidak hamil. Sebagian lagi malah agak menggeser posisinya menjauhiku. Seolah tubuhku ini cuma ‘disposable flesh’, sesuatu bekas pakai yang lengket-lengket dan harus dijauhi. Apa mereka lupa bahwa tubuhku lengket oleh cairan mereka sendiri? Menyebalkan. Ada lagi yang bikin aku tak mau kenal lagi dengan mereka. Mereka yang setelah bercinta, cepat-cepat ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Mereka pikir aku ini sumber penyakit. Ada lagi yang cari-cari alasan untuk segera pulang, atau balik lagi ke kantor, atau apalah. Seolah aku ini cuma tempat untuk buang hajat saja. Kurang ajar sekali.

Apa yang dilakukan Gerson padaku benar-benar lain. Setelah bercinta, dia mencium keningku, lalu berbisik di telingaku “Thank you hon….!” Aku mengangguk sambil tersenyum. Tangannya yang kekar lalu merengkuh pundakku. Jemarinya merapikan rambutku yang acak-acakan menutupi wajahku. Lalu mulailah dia bercerita. Pada kesempatan pertama dia bercerita tentang suasana kantornya. Walau tidak begitu menarik, aku menghargainya. Setelah bercinta yang kedua kali, dia bercerita tentang kehidupan masa kecilnya yang lucu. Aku senang sekali. Cara dia menceritakan sungguh enak dilihat. Saat aku tertawa mendengar cerita lucunya, dia mengatakan padaku bahwa mataku berbinar-binar. Ah, seandainya saja dia tahu bahwa dalam hati aku teriak-teriak kegirangan bahwa aku menemukan laki-laki yang kucari selama ini.

Begitulah. Kalau dengan laki-laki lain, aku cukup sekali atau dua kali saja mau diajak tidur, dengan Gerson aku selalu mengangguk gembira saat dia mengajakku bercinta. Dia seolah tahu bahwa aku menyukai semua yang dia ceritakan selepas bercinta. Berkali-kali kami bercinta, sebanyak itu pula cerita menarik mengalir dari mulutnya.

“Aku senang kau mau mendengar ceritaku,” begitu kata Gerson setelah dia bercerita saat kami bercinta untuk pertama kalinya. “Kuharap kamu tidak keberatan untuk mendengarkan cerita-ceritaku. Aku punya banyak hal yang ingin kuceritakan padamu”. Saat itu hatiku melonjak-lonjak.

= = =

Aku mencintai ayahku. Sejak kecil hingga kelas dua SMP aku selalu tidur dengannya. Setiap malam sebelum tidur, dia selalu menemaniku, membacakan kisah-kisah binatang, raja-raja dan putri cantik, cerita tentang pekerjaannya, masa kecilnya atau menanyakan kegiatanku tadi siang di sekolah. Aku sangat menyukai saat-saat seperti itu. Aku selalu serius mendengarkan dan bersemangat kalau disuruh bercerita.

Ayahku adalah orang terdekat dalam hidupku. Ibuku meninggal saat melahirkan. Aku hanya tahu lewat foto-foto yang ditunjukkan ayahku. Laki-laki ini tak pernah menikah lagi. Dia berkonsentrasi pada pekerjaannya dan mengurus diriku. Dia ayah yang baik. Sebagai single parent, dia berhasil menjadikan dirinya ayah, sekaligus ibu yang mengurus dan memenuhi semua kebutuhanku baik secara materi maupun non materi.

Kebiasaan untuk bertukar cerita dengan ayahku sebelum tidur benar-benar besar artinya bagiku. Aku tak bisa tidur kalau ayah tidak ada di sampingku untuk bercerita, atau memintaku bercerita. Sampai akhirnya, pada suatu malam ayahku berkata bahwa aku harus harus tidur sendiri. Aku tahu sebabnya.

“Anita, kini kamu sudah dewasa, dan harus mulai belajar mengurus dirimu sendiri. Kini ada banyak hal baru yang harus kamu pelajari,” begitu kata ayahku saat kuceritakan bahwa tadi siang di sekolah aku mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Saat itu aku masih duduk di kelas dua SMP. Selanjutnya dia menjelaskan bahwa itu hal yang normal dan aku tidak perlu cemas.

Besoknya sepulang sekolah, aku menemukan sebuah bingkisan di kamarku. Rupanya ayah membelikan banyak barang untukku. Dalam bingkisan itu ada setengah lusin bra, satu set kosmetik terdiri dari bedak, lotion, dan splash cologne, satu pak pembalut, dan sebuah buku panduan untuk remaja putri. Hm…!

Jadi mulai saat itu aku sudah bukan anak-anak lagi. Aku sudah jadi remaja putri yang akan menstruasi setiap bulan, menggunakan pembalut, dan harus berdandan menggunakan berbagai kosmetik. Memang menyenangkan mencoba berbagai kosmetik itu, lalu membayangkan akan ada pangeran tampan yang menjemput. Tapi harga yang harus kubayar untuk semua ini sungguh mahal. Sebetulnya aku lebih suka tidak mendapatkan semua ini, asal ayahku tetap mau menemaniku tidur dan bercerita sebelum aku terlelap. Rupanya keputusan ayah untuk membiarkanku tidur sendiri sudah tidak bisa diganggu gugat. Sejak saat itu aku tak pernah lagi tidur dengan laki-laki sampai usiaku menginjak 20 tahun.

= = =

Kini kuakui aku jatuh cinta pada Gerson. Aku ingin hidup bersamanya sampai aku tua nanti. Aku tidak peduli dia pengangguran atau manajer sukses. Aku tidak peduli dia Batak atau cucu kepala suku di Papua sana. Aku ingin bercinta dengannya setiap malam, lalu menikmati saat keringat ini mengering sambil mendengarkan ceritanya. Aku ingin hal ini terjadi setiap hari, sepanjang tahun, seumur hidupku.

Aku banyak membayangkan kalau aku dan Gerson hidup bersama sampai tua. Anak-anak kami mungkin sudah pada menikah dan sibuk mengurus keluarga masing-masing. Cucu kami mungkin sudah besar dan lebih banyak bermain dengan teman-teman seumur mereka. Tinggallah kami berdua di rumah. Mau pergi jalan-jalan mungkin sudah tidak kuat lagi. Apalagi berolah raga bersama. Satu-satunya hiburan buat kami hanyalah saling bertukar cerita. Dan itu saja yang kuinginkan kalau aku sudah jadi nenek –nenek tua renta.

Yang kini kutunggu dari Gerson adalah ajakannya kepadaku untuk hidup bersama. Ya, aku ingin memilikinya dan aku ingin jadi miliknya seorang. Cukuplah sudah pencarianku selama ini. Kupikir usia 30 tahun adalah saat yang tepat bagiku untuk memulai hidup baru dengan lebih serius, dengan satu orang laki-laki. Seandainya Gerson mengajakku menikah, atau bertunangan sekalipun, tak perlu dua kali dia meminta. Aku pasti akan mengangguk setuju. Jangankan begitu, seandainya dia memintaku untuk tinggal bersamanya di rumah kontrakannya yang kecil, aku akan bersedia. Atau kalau dia mau, aku sama sekali tidak keberatan dia tinggal di apartemenku ini.

= = =

Tak terasa sudah lima bulan aku menjalin hubungan dengan Gerson. Sampai hari ini masih juga belum ada tanda-tanda atau perkataannya yang menunjukan bahwa dia ingin menghabiskan hidupnya denganku. Ulang tahunku yang ketiga puluh sudah dekat. Aku ingin mendapatkan hadiah yang istimewa. Aku ingin dilamar Gerson. Tapi aku tidak merasa nyaman untuk mengatakan langsung padanya agar dia melamarku. Aku harus mencari cara supaya dia yang mengatakan padaku bahwa dia ingin melamarku.

Tadi sore saat dia datang ke apartemenku, aku sudah memberinya beberapa hints. Sambil membuka dasinya, dia mengeluh soal jalanan yang macet. Lalu aku bilang padanya bahwa kalau dia terlalu kecapean untuk pulang balik ke rumah kontrakannya yang jauh itu, lebih baik dia bawa saja barang-barangnya ke sini.

“Kamu berangkat ke kantor dari sini aja,” kataku. Kulihat dia tertegun. Aku yakin malam ini dia akan bicara sesuatu yang penting.

Benar saja. Malam itu sehabis bercinta, Gerson merengkuh pundakku lalu jemarinya menyibakkan rambut yang menutup wajahku. Dia mengecup keningku, lalu menatap mataku dalam-dalam.

“Anita, aku ingin mengatakan sesuatu tentang hubungan kita,” kata Gerson dengan lembut.

“So this is the time!” teriakku dalam hati. Aku sudah siap dilamar. Betapa indahnya. Di atas tempat tidurku yang temaram, sambil berpelukan tanpa sehelai benangpun yang menghalangi. Wangi aroma therapy di sudut ruangan. Langit Jakarta dari balik tirai tipis jendela kamarku yang besar. Semua akan jadi saksi perkataan Gerson padaku malam ini.

Gerson menghela nafas panjang, lalu berkata,”Aku menderita leukimia. Sudah lima dokter yang aku datangi. Semua jawabannya sama. Sudah tidak ada harapan.”

Aku melongo.

“Mereka bilang kalau aku bisa jaga diri, umurku akan bisa bertahan 6 bulan lagi,” lanjut Gerson.”Maafkan aku, Anita…”

Kurasakan mataku berkaca-kaca. Ah, only the good die young. “Gerson, itukah hadiah ulang tahun darimu untukku?”
Mereka tidak tahu bahwa mereka sebenarnya hanya mengikuti sebuah audisi, dan mereka semua telah tereliminasi oleh seorang laki-laki separuh baya bernama Gerson ini.

10 KALIMAT HARAM SETELAH SEXXXX

Berhubungan seks dengan pasangan yang Anda cintai memang mengasyikkan. Saling memuji dan berbicara santai setelah berhubungan juga akan terasa menyenangkan. Namun, Anda juga perlu berhati-hati. Jangan sampai ucapan yang berbahaya terlontar dari mulut Anda.Setelah tuntas bercinta, jika percakapan terus berlanjut, pastikan Anda tidak mengucapkan 10 hal berikut.

Seperti VIVAnews kutip dari Lemondrop, 26 September 2009, 10 kalimat berikut dijamin akan membuat pasangan Anda mengerutkan dahi, bahkan lompat seketika dari ranjang Anda.

10. “Tadi itu lumayan.”

Apakah kalian baru saja menonton film di bioskop? atau menikmati sebuah teater di gedung kesenian? Jika Anda benar-benar menikmati hubungan seks itu, itu fantastis. Tapi, coba utarakanlah dengan kata lain. “Amazing!”, “It’s hot!”, atau “Luar biasa!” bisa jadi permulaan yang baik.

9. “Sekarang kamu mau ngapain?”

Pertanyaan ini membuat pasangan Anda berpikir bahwa Anda memandang seks sebagai sebuah tugas.

8. “Lho, kok berhenti?”

Tuhan pun bisa tertawa. Hanya itu satu-satunya penjelasan yang bisa kami berikan.

7. “Kamu nggak apa-apa kan?”

Jika Anda mulai menangis, hilangkan rasa simpati dan berpura-pura tidak memperhatikan. Serius, walaupun Anda sedang berada di titik ‘kebahagiaan’, hal terakhir yang ingin Anda rasakan adalah malu.

6. “Ini bukan salahmu, tapi salahku!”

Quote satu ini terlontar ketika pasangan Anda mengalami ejakulasi dini, misalnya. Tapi, satu ini masih bisa ditolerir. Karena, seorang pria gengsi tinggi bisa menjawab, “Ya, kamu benar. Kamu memang terlalu ‘hot’ untuk seorang pria normal sepertiku.”

5. “Oh, aku lapar.”

Ini menunjukkan bahwa, selama pasangan Anda mencoba untuk memuaskan Anda, Anda justru memikirkan makanan, yang sama sekali tidak terbesit sedikit pun di kepala sang pria.

4. “Mau coba lagi?”

Kami kira seorang pria “bom seks” pun akan gemetaran mendengar kata ‘coba lagi’ yang terasosiasi dengan ranjang. Bagaimanapun, pria tak bisa disamakan dengan robot pemuas kebutuhan seks.

3. “Setiap orang kan memiliki hari sial.”

Hindari kalimat ini walaupun biasanya pasanganmu cukup perkasa di sesi-sesi sebelumnya. Dia akan merasa kecewa karena Anda tidak menganggapnya perkasa lagi.

2. “Kamu nggak keberatan kan kalau aku selesaikan sendiri?”

Tentu saja tidak. Tapi, pasangan Anda akan berpikir, Anda tidak lagi membutuhkannya bagaikan sampah. Karena Anda bisa memuaskan diri sendiri tanpa ada dia. Lakukan saja langsung tanpa permisinya. ‘Pertunjukan’ Anda pasti akan dapat membantu mengobati egonya yang terluka.

1. “Itu terjadi dengan banyak pria.”

Jika Anda mengucapkan kalimat ini, kombinasi kata-kata yang paling menjijikkan yang pernah ada, itu berarti Anda sudah layak untuk tidak dipuaskan. (vivanews)

SETELAH SEXXXXX...NGAPAAAAAAAAAAAA.............................

Idealnya, sikap romantis tetap dijaga setelah bercinta. Kalau tidak, seperti ini nih ceritanya…(sungguh menyebalkan.

KOMENTAR ISTRI

BALIK BADAN, LANGSUNG TIDUR

Ruri - Bandung : “Jujur saja, sehabis ML aku ingin suamiku menciumi sekujur tubuhku. Ngebayanginnya asyik dan sungguh romantis. Apalagi kalau sambil mengenang kembali pengalaman semasa pacaran dulu. Duh, rasanya gimana gitu. Tapi harapan tinggal harapan karena seringnya enggak pernah kesampaian. Gimana mau terealisasi kalau suami langsung balik badan, trus langsung pulas. Tampangnya cuek banget mentang-mentang sudah terpuaskan. Aku dibiarkan bengong menatap punggungnya. Teguranku sama sekali enggak digubrisnya. Sebel banget kan?”

CARI-CARI REMOTE CONTROL TV

Eva - Bogor : “Suamiku hobi banget nonton Liga Inggris di salah satu stasiun teve. Hampir tiap malam Sabtu atau Minggu matanya tak pernah berkedip nonton acara siaran langsung Premier League. Di situlah masalahnya. Soalnya, kadang waktu kami untuk berduaan bentrok dengan tayangan tersebut. Pernah, lo, saking tidak ingin ketinggalan nonton gol-gol indah yang dicetak bintang pujaannya, sehabis berhubungan ia bergegas pake baju dan cari-cari remote teve. Setelah ketemu, dia langsung nonton sepakbola sampai lupa istrinya masih menunggu di dalam, menunggu kecupan dan belaiannya. Bagi suami, sepakbola adalah istri keduanya. Saya hanya bisa menggerutu dalam kamar, ‘Awas, kalau minta lagi, enggak bakalan dikasih!’”

NGOMONGIN URUSAN KANTOR

Turi - Bekasi : “Kisah-kisah cinta atau romantis tampaknya cocok diutarakan seusai bercinta. Dengan begitu, kami bisa saling lebih memahami dan mencintai satu sama lain. Kami juga bisa mengetahui apa keinginan pasangan. Cinta pun bisa tetap bertahan, bahkan semakin bergelora. Kadang, mungkin karena kesibukan suami di kantor, kami sering melewatkan aktivitas tersebut. Tak jarang kepuasan bercinta yang kami peroleh sebelumnya, mendadak sirna bak panas setahun disiram hujan sehari. Penyebabnya apalagi kalau bukan kebiasaan suami yang sering bercerita tentang teman-teman kantor yang usil atau rekan bisnisnya yang tak becus. Kalau sudah begitu, aku langsung menutup mata dan pura-pura tidur.”

NGELOYOR KE LUAR KAMAR LALU NGEROKOK

Sandi ­ Jakarta : “Bersuamikan perokok berat memang gampang-gampang susah. Mulutnya terus-menerus mengepulkan asap rokok. Orang-orang di sekitarnya menjadi terganggu. Yang lebih menyebalkan kalau kebiasaan ini juga tetap berjalan sesaat sehabis berhubungan. Bukannya mendekap atau menciumiku, dia malah langsung berpakaian lalu ngeloyor ke luar kamar dan merokok. Sementara aku dibiarkan sendirian di kamar ditemani nyamuk-nyamuk.”

MAIN GITAR DI LUAR RUMAH

Puji ­ Jakarta : “Paling sebal kalau sehabis ML suamiku nyuekin aku. Jangankan memeluk, mengatakan ‘I love you’, yang gampang dan singkat pun tidak. Ia langsung bergegas ambil gitar dan mendendangkan lagu-lagu kesayangannya di luar rumah. Coba kalau lirik-lirik cinta itu diungkapkan sehabis bercinta, betapa senangnya aku. Batinku menggerutu, ‘Ya sudah, kawini saja gitar bututmu itu!’”

ASYIK MANDI SENDIRI

Saraswati ­ Tangerang : “Kayaknya romantis banget kalau sehabis berhubungan lalu mandi bersama. Satu sama lain bisa saling menyentuh, meraba, dan saling membersihkan. Ya kadang ini bisa terwujud, tapi lebih sering tidak. Suamiku lebih sering langsung ngeloyor, masak air hangat dan mandi sendiri. Setelah itu tidur pulas tanpa memedulikanku. Duh, sebalnya!”

KOMENTAR SUAMI

KENTUT SEMBARANGAN

Feri ­ Jakarta : “Bercinta kadang tak cukup satu ronde, tapi perlu berlanjut dengan ronde berikutnya. Sayang, keinginan ini kadang tidak bisa terwujud. Salah satu alasannya, sikap istri yang membuat saya jadi kehilangan gairah, seperti kentut atau bersendawa sembarangan. Mungkin karena beberapa puluh menit tanpa busana membuatnya masuk angin. Tapi apa iya tidak bisa ditahan sebentar atau ke luar kamar dulu? Kalau sudah begitu, mau enggak mau cukupkan sampai di situ saja.”

LANGSUNG PAKAI BAJU TIDUR

Budi ­ Bekasi : “Wah, asyik kalau sehabis berhubungan masih saling mencium atau memeluk satu sama lain. Sayangnya, keinginan seperti ini sering enggak kesampaian karena istriku tergolong cuek. Kalau sudah selesai, ya sudah selesai begitu saja, langsung pakai baju tidur trus tertidur pulas. Sama sekali enggak ada basa-basi atau cerita romantis. Enggak asyik kan?”

MENCARI-CARI BAJU DAN DALEMAN

Agam ­Bandung : “Sebenarnya aku tidak terlalu menuntut istri bersikap istimewa sehabis berhubungan, seperti menciumi, bercerita romantis, atau memberi pelukan. Tapi tolong jangan membuatku kesal. Sehabis berhubungan intim, ia lebih suka sibuk cari-cari pakaian dalam, bolak-balikin badan, nyingkirin selimut sambil nyerocos. Duh, bisa tenang sedikit enggak, sih?”

PURA-PURA MEDITASI

Abdi ­ Depok : “Istriku suka bertingkah lucu. Mentang-mentang belajar yoga dan meditasi, dia langsung ingin mempraktikkannya sehabis bercinta. Katanya biar relaks dan tenang, aku disarankan melakukan meditasi. Dia menyuruhku ambil posisi duduk dan dengan tangan diletakkan di antara kedua kaki dan mata dipejamkan. Mirip orang semedi. Dia pun memberi instruksi untuk menahan atau menghirup napas. Mula-mula aku bisa bertahan, tapi lama-lama tidak kuat karena instruksi tidak datang. Saat kupicingkan mata, ternyata istriku sudah tertidur. Bukannya tenang, aku malah kesal dibuatnya.”

REPOT NGURUS SI KECIL

Uda ­Bogor : “Punya anak kecil memang merepotkan, bahkan bisa mengganggu acara bercinta. Saat kami masih asyik berpelukan dan bercerita romantis, tiba-tiba suara tangisnya mengusik kami sehingga harus buru-buru berpakaian. Aku takut si kecil melihat kami berdua tanpa busana. Repotnya lagi, istriku suka lupa suaminya juga masih membutuhkan kasih sayang. Lalu karena sibuk mengurus si kecil, aku jadi dibiarkan melamun sendiri di kamar tidur.”

CERITA KERUWETAN DI RUMAH

Doni - Bogor : “Siapa yang enggak sebal sih kalau sehabis bercinta disuguhi cerita mengenai ruwetnya pekerjaan rumah. Yang anak sakitlah, tagihan telepon membengkak, atau arisan yang belum dibayar. Kalau sudah begitu, aku lebih suka menutup mata dan telinga sambil berkata ‘iya..iya’ Untunglah, pengalaman ini tidak sering terjadi.”

AKTIFASI SETELAH PUAS BERCINTA

Umumnya setelah mencapai kepuasan seksual, kita memilih tidur untuk menghilangkan rasa lelah dan mengekspresikan kepuasan. Namun ternyata tidur tidak menjamin pasangan juga merasa aman dan nyaman seperti kita. Lalu sebaiknya kita ngapain ya daripada hanya tidur saja? Nah, simak deh yang berikut ini..

Memang ada alasan biologis dibalik mengapa ada perasaan ingin tidur setelah bercinta. Karena, saat orgasme, manusia mengeluarkan hormon yang disebut oxytocin yang membuat kita ngantuk.

Berikut beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan sebagai pengganti tidur. Mau tahu? Simak terus deh yang berikut ini:

1. Tetaplah menyentuhnya dan Anda tidak perlu membuat gerakan yang merangsang setelah pertempuran yang cukup melelahkan, karena beberapa lelaki bisa cepat pulih dengan cepat setelah bercinta, biarkan ia tahu bahwa Anda masih mengagumi seperti yang Anda lakukan sebelumnya.

2. Usahakan selalu menyentuh, tempatkan tangan pada paha dan raba dengan lembut dadanya. Anda tidak perlu sampai berhubungan seksual kembali, cukup berikan kasih sayang dan perhatian.

3. Mandi bersama, setelah Anda berdua menghabiskan waktu dengan penuh keringat, saatnya untuk membersihkan badan. Penuhi bath tub dengan air, berbaringlah diantara dua kakinya dalam air. Sabuni dia dan usap-usap tubuhnya dengan pijatan-pijatan lembut. Percayalah, ia tidak akan melupakan setiap menit pengalaman bersama Anda saat itu.

4. Setelah lelah berhubungan, Anda tentu merasakan lapar. Dari pada Anda merasa ngantuk tidak ada salahnya untuk menyiapkan makan malam bersama-sama. Tujuannya untuk tetap menghabiskan waktu bersama-sama sekalipun setelah melewati klimaks.

5. Lakukan kembali jika Anda siap untuk melakukan kembali hubungan intim, mulailah proses foreplay kembali. Mulailah dengan mencium bibirnya, menjilat lembut dadanya dan merasakan semua bagian tubuhnya sampai ia siap kembali untuk pertarungan berikutnya.

6. Tidur bersama-sama. Jika pasangan Anda adalah seorang lelaki yang memiliki kemampuan orgasme kuat dan berkali-kali dan termasuk lelaki yang agresif, ia mungkin sangat lelah. Cobalah ajak untuk tidur bersama dan jangan lupa, tangan Anda tetap merangkulnya agar ia tahu bahwa ia begitu sangat kuat. Telah membuat Anda setengah tidak berdaya dalam pertempuran seru di ranjang bersamanya..

MENGAPA PRIA TERLELAP SETELAH BERCINTA

Usai bercinta, tentunya kita menginginkan belaian dan pelukan hangat dari suami. Atau, mungkin ngobrol sebentar tentang rutinitas yang dialami hari itu. Tapi, yang dilakukan suami malah langsung tertidur pulas. Hal ini mungkin bisa membuat Anda jengkel. Namun, mau bagaimana lagi, jika suami sudah tertidur pasti akan sulit dibangunkan.

Masalah ini ternyata dialami banyak wanita. Dan, tampaknya, sebagai istri Anda perlu menolerirnya. Karena, menurut Dr. Billy Goldberg, penulis buku Why Do Men Fall Asleep After Sex? ada beberapa penyebab mengapa pria cepat sekali tertidur setelah bercinta.Penyebab pertama adalah hormon oksitocin, prolaktin, gamma amino butyric acid (GABA) dan beberapa hormon lainnya yang membuatnya langsung tertidur pulas.

“Saat orgasme ada perubahan zat kimia dalam tubuh pria. Pelepasan prolaktin, yang merupakan zat biokimia, membuat tubuh pria menjadi sangat lelah,” kata Dr. David McKenzie, seorang terapi seks asal Kanada.

Selain itu, kegiatan bercinta membutuhkan energi dan kekuatan otot yang maksimal. Dengan kerja otot otomatis tubuh memproduksi glikogen, yaitu zat yang membuat pria tertidur. Nah, karena pria memiliki massa otot lebih besar dari pada wanita, maka ia tertidur lebih cepat setelah bercinta.

Tidak hanya itu, penyebab lainnya, saat ejakulasi pasti dibarengi dengan penurunan ketegangan fisik secara drastic. Kondisi ini membuat fisik pria drop, dan akan terasa lelah. Dan, biasanya saat bercinta baik pria maupun wanita sering menahan napas atau bernapas dengan tidak teratur. Hal ini juga membuat tubuh kehilangan oksigen dan membuat rasa kantuk cepat muncul.

Untuk mengatasinya ada cara yang sangat mudah, yaitu sebelum bercinta ajak pasangan untuk menikmati secangkir kopi. Kopi merupakan perangsang alami yang sangat baik. Karena, dapat membuat fisik dan pikiran pasangan tetap terjaga selama bercinta dan sesudahnya.

SENSASI BERCINTA DALAM GELAP

Kesal dengan kejadian mati lampu bergilir belakangan ini? Anda tidak sendiri. Tapi, jangan terus-menerus merasa kesal. Anda bisa mengambil sisi positifdari kejadian mati lampu bergilir yang sedang berlangsung.

Caranya, ajak suami bercinta saat mati lampu. Rasakan sensasinya dan efeknya untuk kesehatan! Ingin mencobanya malam ini?

Nah, sebelum memulai aksi bercinta, siapkan kamar dengan menyalakan lilin aromaterapi. Trik ini juga bermanfaat untuk meningkatkan mood Anda dan suami.

Setelah itu tuntun tangan suami untuk mengeksploarasi tubuh Anda. Anda juga jangan mau ketinggalan, telusuri tubuh suami dengan jari-jemari Anda. Dalam keadaan remang-remang, saat saling menyentuh bagian-bagian erotis, Anda dan suami tentu akan merasakan sensasinya yang berbeda. Selebihnya, Anda berdua bisa melanjutkan ‘permainan’ bercinta ini dalam gelap.

Selain sensasinya yang beda, ternyata bercinta dalam suasana romantis dengan cahaya lilin juga bermanfaat bagi kesehatan. Satu penelitian yang dilakukan American National Cancer Institute dan National Institute of Environmental Health Sciences, AS, menyebutkan pencahayaan yang redup sangat baik untuk kesehatan payudara dan mengurangi risiko pria terkena kanker prostat.

Kunci penemuan ini terletak pada tingkat melatonin dalam tubuh. Melatonin, adalah hormon yang diproduksi untuk mengatur siklus dan ritme tidur, yang juga berperan pada sistem imunitas tubuh, suhu tubuh, dan fungsi endokrin.

“Melatonin mengganggu kemampuan tumor untuk menggunakan asam linoleic, yang bisa menghambat pertumbuhan tumor,” kata Dr. David Blask, M.D., Ph.D., pakar endokrinologi saraf. Blask juga mengatakan, bahwa jika kita lebih sering berada pada cahaya yang minimum dapat meningkatkan hormon melatonin ini.

Kabar baiknya, tidak hanya saat tidur dalam gelap, tubuh Anda bisa memproduksi melatonin, tapi saat bermesraan dengan suami dalam gelap pun, hormon ini diproduksi dalam tubuh. Ingin mencoba bercinta dalam gelap? Mati lampu atau tidak Anda bisa melakukannya, kok.

MATI GAYA DLM BERCINTA

Pastinya momen bercinta kamu akan semakin seru dan panas jika menambahkan bumbu-bumbu, sebelum akhirnya hanyut dalam romantisme sepanjang malam. Mati gaya sebelum bercinta? Jauh-jauh deh!

Supaya tidak mati gaya ketika bercinta, coba praktekkan beberapa tips ini:

Wish List.
Setiap orang pasti mempunyai fantasi sex yang berbeda-beda. Dan fantasi itu biasanya tidak pernah menjadi kenyataan karena mungkin terkadang takut di cap binal, pshyco, atau apapun itu. Tapi kalau dibiarkan begini terus pastinya lama kelamaan sex hanya akan menjadi sebuah rutinitas belaka. Untuk mengatasinya, masing-masing coba menulis 5 poin fantasi tergila, terliar dan teraneh yang ingin kamu coba. Dari situ bisa diwujudkan satu per satu secara bergantian.

Permainan erotis.
Mainkan monopoli, poker, atau domino seperti biasa. Konsekuensi untuk pihak yang kalah adalah harus mau untuk mengikuti kemauan pihak yang menang. Apapun itu, tanpa terkecuali.

Quickie.
Temukan tempat yang aman namun cukup menantang selain di ranjang peraduan. Seperti misalnya lift, ruang ganti pakaian, bioskop atau tangga darurat. Kalau merasa terlalu riskan lakukan quickie di ruang tamu, dekat balkon, bahkan dapur. Suasana yang berbeda akan menimbulkan sensasi yang berbeda pula.

Spontan.
Kadang-kadang ada beberapa hal yang perlu dilakukan tanpa persiapan agar cukup menggigit. Dan salah satunya adalah sex. Kamu harus pintar-pintar mencari waktu, kesempatan dan mood yang bagus ketika sedang berduaan. Dan disaat kamu sudah merasa “inilah waktunya” jangan tunda lagi dan jangan terlalu banyak basa basi. Segera lakukan “serangan”. Dijamin dia akan meminta kembali serangan dadakan itu.

Kostum.
Kalau biasanya kamu adalah sosok seorang pria pekerja IT yang berkacamata, berpakaian rapi dan bertutur kata halus dan berpendidikan, sekali-sekali pakailah pakaian ala bad boy, rambut sedikit acak-acakan, sedikit berkumis/berjenggot dan luapkan fantasi sex terliar kamu. Pasangan pasti akan merasakan suasana dan atmosfir yang sangat berbeda. Untuk wanita, keluarkan koleksi rok mini dan pilih saja profesi yang kamu mau. Polisi, guru, atau suster sexy (asal jangan sambil ngesot ;p).

Sebelumnya, jangan lupa ciptakan terlebih dahulu suasana yang mendukung untuk bercinta. Semoga membantu!